Prinsip dan Prosedur Pra Cetak dalam Desain Grafis

Prinsip dan Prosedur Pra Cetak dalam Desain Grafis. Sebelum terjun ke dalam dunia perdesain grafisan, tentunya anda wajib memahami tentang prinsip dan prosedur pra cetak. Berikut kami rangkum beberapa diantaranya

Istilah-Istilah Khusus Yang Digunakan Dalam Tahap Pra-Cetak


a) Setting/Desain Desain merupakan proses awal pra cetak yang sangat penting karena isi dari suatu barang cetakan, baik itu warna, tata letak,jenis huruf dan kalimat yang dihasilkan merupakan tanggung jawab dari seorang desain grafis.
b) Acuan Cetak/Master Paper Merupakan bagian/alat yang digunakan untuk mencetak dengan memasangnya pada mesin offset kemudian diperbanyak melalui proses cetak
c) Proses Cetak Proses cetak dilakukan setelah proses diatas dilakukan. Dalam proses cetak ini kita wajib mengetahui jenis-jenis mesin cetak
d) Finishing Finishing merupakan proses terakhir dari proses cetak

Konsep konversi warna


Warna pada dasarnya merupakan bentukan tiga dimensi sehingga disebut sebagai “color space”. Untuk merepresentasi bentuk warna dibutuhkan sumbu, RGB,CMYK.
a) RGB RGB adalah model warna pencahayaan (additive color mode) dipakai untuk input devices seperti scanner maupun output devices seperti display monitor, warna-warna primernya (red,green,blue)
b) CMYK adalah model warna suubstractive color mode dimana yang warnawarna primernya (cyan,Magenta,Yellow,Black) tergantung pada pigmen pada tinta & substrate yang dicetak.

Tahap Pengerjaan Final Artwork Hingga Karya Siap Dicetak 


Prepress meliputi semua tahap proses yang dibutuhkan mulai dari persiapan area cetak, teks, original image dan graphics sampai kepada proses produksi untuk menuju kepada semua materi yang siap untuk proses cetak yang dilakukan secara manual maupun menggunakan komputer. Pracetak dimulai dari input data sampai desain siap cetak atau Final Artwork. Semua hal yang dilakukan saat membuat layout artwork dengan menggunakan beragam software Grafis populer seperti Adobe Photoshop, Macromedia Freehand, Illustrator, CorelDraw, PageMaker, InDesign atau QuarkExpress, dsb. Proses selanjutnya yaitu pembuatan film baik secara konvensional yaitu dengan fotoreproduksi film, sedangkan secara digital menggunakan mesin Computer to Film (CtF). Proses terakhir yaitu pembuatan plat. Pembuatan plat dapat dilakukan secara konvensional menggunakan plate maker dan film hasil fotoreproduksi maupun film dari CtF. Dapat juga dilakukan dengan digital menggunakan Computer to Plate. Hasil akhir dari pracetak adalah plate yang digunakan plate untuk mencetak pada bagian cetak.

Istilah-Istilah Khusus Yang Digunakan Dalam Tahap Pra-Cetak 


Pada suatu bagian pracetak adalah merupakan suatu bagian yang cukup sekali berperan dalam menghasilkan suatu produk cetakan yang baik. Karena dalam suatu bagian pracetak ini masih terdapat bebagai beberapa macam cara, metode dan proses yang harus di lalui sebelum pada akhirnya dilakukan suatu proses cetak dan menghasilkan barang yang baik. Untuk membuat suatu design produk cetakan tentunya banyak beberapa hal yang harus diketahui dan di mengerti seperti Jenis kertas yang digunakan, ukuran kertas yang digunakan, berapa hasil jadi yang dikehendaki, proses cetaknya, media cetaknya, mesin yang digunakan untuk mencetakanya. Oleh sebab itu seharusnya perlu adanya suatu ilmu pengetahuan suatu proses cetak pada seorang designer, karena itu yang menentukan baik atau tidaknya hasil cetakan. Dan tentunya para designer juga tidak mulai asal membuat suatu design‟an tetapi mereka juga harus mengerti proses produksinya. Pracetak adalah suatu bagian dimana yang dibutuhkan atau difungsikan sebagai bagian dalam mempersiapkan plate,materi dasar, area cetak yang digunakan, untuk dilanjutkan kepada proses produksi untuk menghasilkan semua materi yang siap cetak termasuk tidak hanya gambar pixel yang dicetak namun juga pada gambargambar seperti vector. Suatu kegiatan yang dilakukan di lakukan dalam suatu proses prepress ini adalah mulai dari design awal, layout design, creating print to film, creating palte, whasing,dll. Fungsi pada suatu bidang pracetak ini adalah untuk mengontrol suatu hasil design yang mungkin saja sering kali banyak dijumpai hasil design yang masih kurang layak untuk standart cetak. Keminimalan sumber daya manusia seorang designer mengenai suatu proses produksi membuat bagian compossing dalam bagian pracetak ini mengambil peran dalam mempersiapkan dan memperbaiki semua yang akan dilakukan proses produksi

(Pra Cetak) Prepress meliputi semua tahap proses yang dibutuhkan mulai dari persiapan area cetak, teks, original image dan graphics sampai kepada proses produksi untuk menuju kepada semua materi yang „siap untuk proses cetak‟.Materi yang ada di prepress, yang meliputi kegiatan desain grafis juga merupakan titik awal yang sangat berguna untuk kegiatan desain seperti homepage atau presentasi yang menggunakan teks dan foto/gambar. Istilah-istlah pra cetak adalah

a) Setting komputer adalah format yang akan dibuat pada barang cetakan.Ukuran,naskah, serta desain grafisnya ditentukan disini, dan biasanya diakhiri dengan mengeprintnya di kertas HVS, kertas kalkir,atau film repro,kecuali jika menggunakan perlengkapan CTP (COMputer TO Plate), maka pengeprintan ini tidak lagi diperlukan.

b) Rekam plat adalah hasil settingan yang telah di print tadi direkam ke plat kertas (paper plate) atau pelat alumunium sehingga naskah cetakan pun terdapat diatasnya dan plat cetakan inilah yang nantinya akan dipasang pada mesin cetak offset.